Friday, November 10, 2006

Ketika Sang Dewa Berkunjung

Minggu2 ini, ada perhelatan akbar di negara tercinta ini. Seorang presiden negara adikuasa mau menyempatkan sebuah negara berkembang yang selalu dilecehkannya. Bahkan, sudah beberapa kali dikenakan embargo selama masa pemerintahannya. Semua orang sibuk, mulai mengurusi persiapan kedatangan sang presiden sampai menyediakan keperluan untuk pengawal2nya.

Hemm... kalau diperhatikan kedatangan satu orang ini seperti kedatangan seorang "dewa". Banyak kepentingan rakyat yang dipaksa dikorbankan, mulai dari kaki lima, tukang becak, bahkan sampai fasilitas umum seperti telepon seluler yang terpaksa diacak untuk menangkal sinyal terorisme. Hemm... apakah harus seperti itu? Belum lagi dengan perusakan Kebon Raya Bogor, yang merupakan konservasi alam dimana salah satu berita yang aku dengar, kolam teratai di tengah lapangan terpaksa digusur untuk keperluan helipad "sang dewa". Padahal.... dia cuma mampir 6 jam, tidak lebih... tetapi menghabiskan dana 6 milyar (ini menurut sebuah televisi swasta).

6 milyar utnuk 6 jam, apakah ini berharga? satu jam seharga satu milyar??? Sedemikian mahalnya kah nyawa orang ini... padahal dengan biaya sebanyak itu sudah berapa banyak bayi kekurangan gizi dapat disembuhkan. Berapa banyak pedagang kaki lima yang bisa dapat kios, dan banyak lagi.... Itu bila hitungan berdasarkan pembangunan sarana untuk sang dewa ini, ya seperti helipad, pos penjagaan, dan perbaikan sarana lainnya. Belum ditambah dengan kerugian yang disebabkan oleh perhelatan ini....

Pedagang kaki lima harus berhenti berjualan selama lima hari, memang mereka membuat jalan macet... tapi kalau sampai dilarang berjualan tanpa ada kompensasi. Kasihan keluarganya, belum lagi barang dagangannya yang mungkin akan rusak/busuk. Kalau dihitung berapa kerugian yang mereka alami, termasuk juga tukang-tukang becak, angkot, para pegawai, dan banyak lagi....

Hanya kunjunga satu orang, kita harus menanggung biaya yang cukup besar. Padahal kedatangannya belum tentu membawa berkah bagi bangsa ini. Memang benar, kita patut bangga karena George W. Bush mau menyempatkan diri bertandang ke Indonesia. Tapi apakah pengorbanan ini sesuai dengan hasilnya.... Mari kita tunggu manfaatnya!