Hemm..., membaca headline sebuah koran cukup menyedihkan. Hanya karena zakat fitrah, banyak orang yang lebih menderita... berdesak-desakan, bahkan ada yang terluka... Kok bisa ya? Ternyata di negara ini, banyak orang yang masih miskin... minimal miskin hati.
Bukan bermaksud mengejek... atau mencacimaki, tapi itu kenyataan. Masih banyak orang-orang di negara ini yang lebih suka meminta-minta daripada berusaha. Bukan hanya rakyat yang miskin saja, tetapi juga para pejabat-pejabat yang entah sudah punya rumah dan mobil berapa. Hanya satu penyebab: "Mentalitas Yang Jelek, Moral Yang Buruk".
Ingat cerita seorang Khalifah Umar Bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang harusnya menjadi contoh.. karena beliau hidup sesudah Rasulullah Wafat, tetapi masih mengamalkan ajarannya dengan benar. Suatu ketika pembagian zakat fitrah, maka Khalifah Umar ini (bukan Umar bin Khattab) meminta para asistennya untuk mendata penduduk yang WAJIB mendapatkan zakat. Dengan penuh amanah, para asistennya pun berkeliling negeri untuk mendata.... Setelah waktu yang ditentukan, berkumpullah mereka di hadapan sang khalifah. Laporannya cukup mencengangkan, "Ya Khalifah, kami sudah berkeliling negeri ini... namun, kami tidak menemukan seorang pun yang berhak mendapatkan zakat ini". Sang khalifah tidak percaya, namun para asistennya bahkan meyakinkan bahwa penduduk negeri telah mengalami peningkatan kemakmuran sejak dipimpinnya. Namun, salah seorang asistennya berani mengatakan suatu hal yang lagi-lagi cukup mengagetkan. "Ya Khalifah, sebenarnya ada satu orang yang kami yakin dia berhak mendapatkan zakat". Sang khalifah segera bertanya siapakah orangnya. Asisten itu menjawab, "Engkau lah yang berhak menerima zakat itu, wahai khalifah".
Dalam kehidupan Khalifah Umar, memang sangat sederhana... tapi bukan ukuran sederhana pejabat-pejabat kita sekarang. Sederhana, tetapi setiap anggota keluarga punya kendaraan pribadi yang nilainya juga tidak murah. Sederhana, tetapi kalau makan siang dan malam selalu di restoraran mahal.... Bukan itu. Ketika sebelum menjabat sebagai khalifah, Umar hidup dalam taraf yang cukup mewah. Namun, begitu diamanahkan... maka semua kekayaan itu dia lepaskan. Bahkan baju yang dipakai pun hanya satu.. yaitu baju yang dipakainya. Jadi wajar saja bila asistennya mengatakan sang khalifah berhak mendapatkan zakat.... Tapi sebenarnya bukan ini yang ingin dibahas. Ketika para asisten khalifah berkeliling untuk mendata, masyarakat tidak mau didaftarkan sebagai penerima zakat. Mereka lebih senang mengeluarkan zakat.... walau kehidupan mereka sebenarnya masih kekurangan. Mentalitas mereka telah terbentuk, agar selalu menjadi tangan di atas....
Bandingkan dengan masyrakat kita... betapa jauh perbandingannya. Bila ada orang atau lembaga yang ingin membagikan zakat atau sumbangan secara besar-besaran pasti kerumunan orang akan terjadi, entah mereka berhak atau tidak. Bahkan beberapa orang memang mempunyai profesi seperti itu, mengumpulkan zakat dari satu tempat ke tempat lain, dan bila semua diakumulasi bisa menghasilkan jumlah yang tidak sedikit... Bahkan sampai ada yang bisa menjual beras zakat... Masya Alloh. Atau contoh lainnya, Idul Adha... banyak orang yagn pergi berkeliling ke tempat2 pemotongan... hanya ingin mengumpulkan daging yang banyak. Daging ini pun mereka jadikan main2... maksudnya tidak menjadi makanan pokok mereka hari itu. Subhanallah......
Entah bagaimana harus merubah pribadi bangsa ini, pantas saja kalau selalu dilecehkan oleh bangsa lain. Karena mentalitas pengemis selalu ada... bahkan makan banyak orang yang menjadikan pengemis sebagai profesinya. Naudzubillahi mindzallik..... Harusnya kita bisa maju, menjadi bangsa yang besar... dan kuat.
Mudah-mudahan hal-hal tersebut dijauhkan dari aku dan keluargaku.....
No comments:
Post a Comment