Setiap tahun, bagi umat islam, perayaan 1 Syawal atau Idul Fitri...atau lebih dikenal dengan Lebaran, adalah hari yang ditunggu2..... Hari suka cita kemenangan, Hari dimulainya kehidupan baru..., seharusnya.....
Sayangnya makna lebaran tidak diartikan sepenuhnya, bahwa kemenangan yang dimaksud adalah kemenangan dalam mengendalikan hawa nafsu di bulan puasa dimana kita mampu menahan lapar, dahaga, dan hubungan suami istri di siang hari. Kita bersabar menunggu datangnya maghrib, agar dapat menikmati nikmat yang dibatasi di siang hari. Agar setelah Ramadhan selesai, itu semua masih dalam kendali kita... kita tidak terlalu mengutamakan hawa nafsu kita. Sayang.....
Ternyata Lebaran, tidak menjadi makna seperti itu, yang terjadi adalah kemewah-mewahan dan foya-foya yang jelas-jelas dilarang oleh Islam. Untuk anak2, mungkin masih dimaklumi... Selain, mungkin, menjadi hadiah untuk kemauan puasa mereka juga agar mereka ikut bersenang2. Tapi... untuk yang dewasa? Hemm... apakah perlu, tanyakan ke hati masing2? Berlebaran dengan baju baru... tidak ada yang melarang, tetapi kalau tujuannya hanya untuk pamer gengsi.... lebih baik jangan, ibadah puasa kita seperti tidak bernilai jadinya. Hakikat Lebaran adalah kemenangan atas hawa nafsu, lalu kenapa kita berfoya2 dalam berlebaran... bukankah itu berarti kekalahan....
Ya anyway.... its our celebration. Rayakan dengan sederhana, karena banyak saudara2 kita membutuhkan dibandingkan harus berfoya-foya......
TAQOBALALLAHU MINNA WAMINKUM SHIYAMANNA WASHIYAMAKUM MINAL AIDIN WALFAIDZIN..... MOHON MAAF LAHIR BATHIN....
No comments:
Post a Comment