Beberapa hari ini pemberitaan tentang pembubaran FPI, salah satu ormas Islam yang memang cukup keras gerakannya, begitu santer. Hampir setiap media massa memberitakan hal tersebut, apalagi di beberapa media massa menampilkan sebuah foto yang menunjukkan salah seorang tokoh FPI sedang mencekik seorang pemuda. Tapi foto ini kemudian dibantah oleh FPI karena pemuda yang dicekik itu anggota FPI juga, dimana sang tokoh berusaha mengendalikan pemuda itu agar tidak anarkis. Memang FPI sangat keras, ini terlihat dari gerakannya yang sering turun langsung mengobrak-abrik tempat maksiat dimana aparat tidak pernah bisa (atau tidak pernah mau) menghancurkannya. Tapi, setiap tindakan mereka pasti berkordinasi dengan aparat keamanan dahulu, tidak langsung hajar.
Bentrokan FPI dengan AKKBB (entahlah apa kepanjangannya, aku tidak tahu… yang katanya gerakan ini mendukung kebebasan beragama bagi setiap individu di Indonesia) memang sudah terjadi. Dan yang pasti tidak akan terelakkan bila kedua kelompok ini bertemu. AKKBB ini mendukung Ahmadiyah, yang sudah dikategorikan sesat oleh MUI dan sedang menunggu keputusan pemerintah untuk hal ini. Entah kenapa, sampai saat ini pemerintah belum mengeluarkan keputusan itu juga… apalagi yang ditunggu. Kl memang tidak berani melarang Ahmadiyah di Indonesia, ya keluarkan saja surat bahwa Ahmadiyah adalah sebuah agama lain di luar Islam. Hal ini tentu saja akan mengklarifikasi permasalahan yang ada selama ini. MUI tidak akan bisa mengeluarkan sesat karena Ahmadiyah bukan Islam (statusnya seperti agama Kristen, budha, hindu, dll). Dan umat islam pun pastinya tidak akan pernah protes mengatakan Ahmadiyah sesat…. Lah, Ahmadiyah bukan islam kok.
Yang saya heran juga, kenapa banyak tokoh islam yang ikut memperjuangkan Ahmadiyah bukan aliran sesat. Ahmadiyah bukanlah sekedar ormas biasa, seperti halnya Muhammadiyah, NU, Persis, atau beberapa organisasi Islam lainnya. Ahmadiyah mempunyai keyakinan lain, silahkan cari di internet, anda akan menemukan banyak referensi tentang asal muasal Ahmadiyah dan apa statusnya di luar negeri. Pemerintah Arab Saudi telah melarang jamaah Ahmadiyah untuk pergi haji di Mekah dan Madinah. Bila Arab Saudi sudah mengatakan itu, kenapa Indonesia berbeda. Ahmadiyah mempunyai kitab sendiri, ajaran sendiri, dan nabi sendiri (mereka menganggap Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi mereka). Di luar Ahmadiyah menyatakan mereka memang bukan Islam, mereka ajaran tersendiri . Tapi tidak ada seorang tokoh Ahmadiyah di Indonesia yang berani menyatakan mereka bukan Islam, karena begitu kalimat itu keluar dari mulut mereka… saya yakin 80%, hemm… mungkin 90%, pengikut mereka akan keluar dan kembali ke Islam. Mereka beranggapan Ahmadiyah setara dengan NU dan Muhammadiyah. Lagipula lucu sekali, di Islam tidak ada yang namanya masjid berdasarkan jamaah. Siapa saja muslimin dan muslimah berhak masuk masjid manapun. Coba anda perhatikan bila ada seorang muslim yang bukan anggota Ahmadiyah, pasti mereka tidak boleh shalat di sana walaupun itu masjid terdekat.
Kembali ke bentrokan antara AKBB dan FPI, siapa sih AKKBB ini. Kalo mereka memang mendukung kebebasan beragama itu sah-sah saja, karena memang HAM. Tapi kl itu sudah berkaitan dengan aqidah… itu tidak bisa dicampur aduk. Islam pun menghargai kebebasan beragama, lihat saja surat Al Kafirun… di situ jelas dibilang, agamamu ya agamamu… agamaku ya agamaku. Lalu di Al Baqoroh ada juga “Tidak ada paksaan dalam beragama”. Tapi begitu seseorang menyatakan dirinya memeluk Islam, maka seluruh aturan dalam Islam berlaku padanya. Apalagi dalam hal Aqidah, tidak ada toleransi dalam beraqidah. Karena itu, tokoh2 Islam yang masih membela Ahmadiyah harusnya instropeksi diri… apalagi hanya mengejar nama untuk kedudukan nomor satu di negeri ini. Padahal, Alloh telah menghargai mereka lebih dari sekedar itu bila mereka benar2 mau membangun Isam. Hanya karena dunia fana, mereka melupakan dunia lain yang lebih kekal….
Dalam demo AKKBB juga terlihat jelas, banyak peserta demo adalah orang bayaran…. Masyrakat yang memang membutuhkan uang, yang diiming2i sejumlah lembaran rupiah untuk meramaikan demo tersebut. Orang2 yang sebenarnya tidak tahu, dan tidak mau tahu… yang penting buat mereka adalah mereka mendapatkan uang. Apakah mereka mengerti apa tujuan demo itu, saya yakin mereka tidak mengerti. Akhirnya mereka menjadi korban salah paham, dan juga kepengecutan para aktivis AKKBB. Kalo mereka menganggap tindakan mereka benar, pasti sampai mati pun akan mereka pertahankan… tidak kocar-kacir di tengah kerumunan massa yang kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak.
Memang dalam perjuangan Islam selalu ada yang keras dan lembut. Lihatlah bagaimana lembutnya Abu Bakar, tapi lihat juga kerasnya Umar Ibn Khattab. Ingat ketika beliau berteriak lantang ketika Rasulullah SAW memintanya untuk hijrah. Beliau lari ke atas bukit dan berteriak,” Barang siapa yang ingin istrinya menjadi janda, anaknya menjadi yatim, Ibunya kehilangan anak…. Silahkan tunggu aku di balik bukit ini.” Tapi ingat, yang lembut pun bisa menjadi keras apabila berkaitan dengan aqidah. Lihatlah ketika Abu Bakar menyatakan perang terhadap umat muslim yang tidak mau membayar zakat, padahal Umar dan Utsman menghalanginya dengan alasan mereka masih saudara seiman. Jadi itulah Islam, keras di saat diperlukan tetapi lembut dalam menapaki hidup ini karena Islam adalah Rahmatan lil alamiin.
Namun untuk kasus ini, yang membingungkan adalah pihak polisi. Mereka pasti tahu dong kalau bakal ada dua demo di tempat yang sama, apalagi ini saling bertentangan…. Tapi kok gak ada pengamanan. Apakah ini salah satu cara pemerintah mengalihkan issue Harga BBM yang naik? Tapi yang pasti, langkah ini berhasil… pembicaraan tentang penyerangan FPI menjadi menarik, dan melupakan “kesalahan” pemerintah yang telah menaikkan harga BBM. Belum lagi pemberitaan yang memang sudah berat sebelah, bila ada "Islam Garis Kera" (atau apapun istilahnya) pasti dibahas habis-habisan. Tetapi bila yang dirugikan itu umat Islam, hemm.... belum tentu ada pemberitaan.
Ya... semoga para pemimpin kita diberi kesadaran, bahwa memimpin sebuah bangsa itu berat. Bertindak adil memang perlu, bertindak keras itu memang harus dilakukan… tetapi ingat, apabila berkaitan dengan aqidah jangan sampai salah langkah mendapati masukkan dari orang-orang yang tidak mengerti apa itu Islam. Terus berjuang kawan…. Kalian dengan sikap tegas kalian, sedangkan aku hanya bisa mendukungmu…. Smoga Alloh menyertai kalian.
No comments:
Post a Comment